Fleksibilitas dalam Keprotokolan: Antara Ketegasan Aturan dan Seni Melayani

Fleksibilitas dalam Keprotokolan: Antara Ketegasan Aturan dan Seni Melayani

Bandung, 25 Juni 2025 – Dunia keprotokolan sering kali diasumsikan dengan rangkaian aturan yang kaku. Setiap kegiatan yang dijalankan tentunya perlu memperhatikan batasan yang telah ditetapkan. Namun di balik itu, keprotokolan sejatinya menggabungkan antara ketegasan aturan, etika menghormati pimpinan dan seni dalam melayani yang menghadirkan profesionalitas dalam setiap kegiatan. 

Dalam praktik keprotokolan, fleksibilitas adalah kunci keberhasilan di tengah kompleksitas situasi lapangan dan aturan yang dijalankan. Prinsip dasar yang harus dijadikan pedoman oleh seorang protokoler adalah benar, baik, dan indah sehingga pengalaman yang didapatkan oleh pimpinan dapat berkesan dan mendapatkan respon positif. Fleksibilitas dalam keprotokolan dapat diwujudkan melalui penyesuaian susunan dan konsep acara, pendekatan budaya lokal hingga respon cepat atau adaptif terhadap perubahan kebutuhan pimpinan di lapangan.

Namun demikian, semua penyesuaian tersebut tidak boleh mengurangi atau menyalahi peraturan yang ada. Justru, fleksibilitas menjadi kekuatan jika dijalankan dengan manajemen protokoler yang sistematis, efektivitas koordinasi serta mampu memperkirakan segala perubahan juga mengambil keputusan dalam waktu cepat.

Seorang protokoler perlu melangkah dengan kepekaan dan strategi, karena menjadi protokol bukan hanya tentang mengetahui posisi, tapi memahami misi: menjaga tata, mengemas rasa, dan menyampaikan kehormatan dengan penuh etika. Protokoler juga membutuhkan manajemen strategis yang melibatkan: Perencanaan, Pengorganisasian Pengarahan, Pelaksanaan, Pengawasan, Evaluasi.

KPP UIN Sunan Gunung Djati Bandung berdiri, melangkah dan mengeksekusi ribuan penugasan yang ada hingga mendapatkan respon baik dan kepercayaan pimpinan didasarkan pada kemampuan manajerial, komunikasi dan pemahaman terhadap aturan juga budaya yang ada disertai dengan fleksibilitas yang dijalankan. Tentunya seorang protokoler diharapkan mampu menjaga kredibilitas institusi dan profesionalitas penugasan sehingga menciptakan pengalaman pimpinan yang mengesankan dan perjalanan acara yang baik.

KPP UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Humas dan Kerjasama
Hanif Al- Ghifari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *