Pro. Beta. Billah Kamila

Perkenalkan, aku Bilah Kamila, seorang mahasiswi aktif dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Aku adalah pribadi yang sangat senang bersosialisasi, berada di tengah-tengah khalayak umum, dan menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk mendengarkan ini bukan hanya sekadar sikap, tapi juga panggilan hati—itulah mengapa aku memilih jurusan ini. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa menjadi tempat pulang bagi siapa pun yang sedang kehilangan arah, menjadi ruang aman bagi mereka yang butuh dipahami.

Ketertarikanku pada interaksi sosial dan kegiatan yang membentuk karakter sudah terlihat sejak masa sekolah. Saat SMP, aku aktif sebagai atlet basket. Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk latihan—panas, lelah, dan kadang harus mengorbankan waktu santai demi menjadi salah satu pemain yang handal. Usahaku tidak sia-sia, karena aku berkesempatan untuk mewakili sekolah dalam turnamen antar sekolah di Bogor. Rasanya luar biasa ketika bisa bertanding di lapangan dan membawa nama sekolah.

Namun, perjalanan itu tidak berlangsung lama. Aku mengalami cedera yang cukup serius, membuatku harus rehat dari dunia basket. Saat itu rasanya berat sekali menerima kenyataan bahwa aku harus berhenti dari sesuatu yang sangat aku cintai. Tapi dari situ juga aku belajar bahwa hidup kadang mengajarkan cara baru untuk mencintai diri sendiri lewat jalan yang lain. Meskipun aku tak lagi di lapangan basket, semangat kompetisi dan kerja sama tim yang aku pelajari dari sana tetap membentuk karakterku sampai hari ini.

Selain aktif di bidang olahraga, aku juga sejak SD sudah sangat tertarik dengan dunia baris-berbaris. Aku selalu ikut lomba PBB dan itu menjadi salah satu kegiatan yang aku nanti-nantikan. Sampai akhirnya, di SMA aku mendapatkan kesempatan luar biasa: menjadi pengibar bendera pada upacara 17 Agustus. Di sanalah aku benar-benar merasakan kebanggaan sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Dari dunia PBB, aku mulai dikenalkan pada dunia public speaking. Saat SMA, aku dilatih untuk menjadi MC dan ternyata aku sangat menikmatinya. Setiap ada acara formal di sekolah—mulai dari upacara peringatan hari besar, hingga hal lainnya—aku sering kali dipercaya untuk menjadi MC formal. Pengalaman-pengalaman itulah yang menumbuhkan rasa percaya diriku, meskipun aku sadar bahwa ilmu tentang public speaking yang aku miliki masih jauh dari cukup. Oleh karena itu, aku pun memutuskan untuk terus belajar dan memperdalam kemampuan yang aku miliki salah satunya dengan masuk di Akademi Protokol.

Selain aktif di bidang organisasi dan public speaking, aku juga memiliki passion lain: makeup. Meski kelihatannya sederhana, makeup menjadi caraku untuk mengekspresikan diri. Banyak teman-teman yang sering memuji hasil makeup-ku dan dari sanalah aku merasa semakin percaya diri. Aku pun mulai serius mengasah kemampuan ini. Buatku, makeup bukan hanya tentang mempercantik wajah, tapi juga tentang menghargai diri sendiri dan membawa kebahagiaan kecil dari dalam.

Kini, aku masih terus berjalan, belajar, dan berkembang. Setiap pengalaman—baik suka maupun duka—menjadi bagian dari siapa diriku hari ini. Aku percaya, tidak ada yang sia-sia selama kita menjalaninya dengan sepenuh hati. Semua luka, kehilangan, perjuangan, juga keberhasilan, adalah titik-titik yang membentuk jalan panjang bernama kehidupan.