Bandung, 13 Mei 2026 – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Harian Gerakan Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE., secara resmi memimpin Upacara Prasetya Protokol XVI Korps Protokol Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Lapangan Kujang UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Upacara Prasetya menjadi momentum berakhirnya rangkaian pendidikan yang telah dijalani oleh siswa Akademi Protokol Angkatan XVI. Sebanyak 64 siswa resmi melaksanakan prasetya setelah menyelesaikan proses pembinaan dan penggemblengan yang dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir.
Prasetya Protokol XVI turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan kampus, kepramukaan, pemerintahan, serta mitra kelembagaan. Di antaranya Sekretaris Kwartir Daerah Jawa Barat, Wakil Ketua Bidang Humas Kwartir Cabang Kota Bandung, Ketua Kwartir Ranting Cibiru, Dewan Kerja Daerah Jawa Barat, Dewan Kerja Cabang Kota Bandung, Dewan Kerja Ranting Cibiru, unsur Protokol DPRD Provinsi Jawa Barat, Direktorat Binmas Polda Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, para Dekan dan Ketua Jurusan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ketua dan Pembina Gerakan Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung, KPM KPP Sahabat, organisasi mahasiswa kampus, hingga orang tua siswa prasetya.

Dalam amanatnya, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa Akademi Protokol Angkatan XVI yang berhasil menyelesaikan pendidikan secara penuh. Dari total 192 pendaftar, sebanyak 89 peserta dinyatakan lolos tahap awal seleksi hingga akhirnya 64 siswa berhasil menyelesaikan seluruh proses pembinaan fisik, mental, dan spiritual.
“Menjadi bagian dari Unit Protokol berarti siap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi, membangun komunikasi yang santun, serta menghadirkan keteladanan dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.
Menurutnya, kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, serta kemampuan komunikasi menjadi nilai penting yang harus terus dijaga oleh seorang protokoler. Akademi Protokol menjadi ruang pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi yang akan menjadi bekal penting bagi para anggota dalam kehidupan organisasi maupun profesional.
Melalui pendidikan Akademi Protokol, para siswa dibekali berbagai kompetensi keprotokolan di antaranya tata upacara, tata tempat, manajemen acara, public speaking, pembawa acara, etika pelayanan, komunikasi kelembagaan, hingga pengelolaan kegiatan resmi. Kompetensi tersebut menjadi aset penting dalam mendukung aktivitas kelembagaan dan pelayanan publik.
“Mahasiswa hari ini membutuhkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, integritas moral, serta kemampuan komunikasi yang baik. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga oleh seorang protokoler,” tuturnya.
Momen haru turut menyelimuti prosesi prasetya ketika orang tua siswa memberikan ucapan selamat kepada putra-putrinya yang telah menyelesaikan pendidikan Akademi Protokol Angkatan XVI. Peluk hangat dan rasa bangga menjadi saksi perjalanan panjang para siswa hingga resmi menjadi bagian dari keluarga besar Korps Protokol Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Melalui Prasetya Protokol XVI, Korps Protokol Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak insan protokol muda yang profesional, adaptif, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi representasi terbaik almamater di berbagai ruang pengabdian.
Humas KPP UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Silmi Nur Azizah